Selasa, 07 Januari 2014

Teh Botol Sosro

Salah satu produk unggulan PT. SINAR SOSRO adalah Tehbotol Sosro kemasan botol beling atau sering disebut RGB (Returnable Glass Bottle). Tehbotol Sosro kemasan botol beling merupakan produk teh siap minum yang pertama di Indonesia dan di Dunia yang sudah diluncurkan sejak Tahun 1974.
Untuk memenuhi kebutuhan pencintanya dimanapun berada,Tehbotol Sosro dengan inovasinya sampai dengan saat ini telah memiliki banyak pilihan kemasan produk yaitu :
  • Kemasan botol beling ( Returnable Glass Bottle ) dengan volume 220ml
  • Kemasan kotak (Tetra Pak ) dengan volume 1 Liter,250 ml,200ml.
  • Kemasan pouch dengan volume 150ml
  • Kemasan PET dengan volume 500ml
Inovasi terbaru dari produk Tehbotol Sosro adalah Tehbotol Sosro Less Sugar yang telah diluncurkan pada tanggal 20 Agustus 2008.Produk ini tersedia dalam kemasan PET volume 500ml dan kemasan kotak ( Tetra Pak ) volume 250ml. Dan untuk Tehbotol Sosro regular kini hadir dalam kemasan baru yaitu kemasan PET 500ml.

FILOSOFI PT SINAR SOSRO

    “Apapun makannya, minumnya teh botol sosro” di munculkan. Slogan ini tidak saja mengguncang sesama produk teh namun juga produk minuman secara keseluruhan. Teh dalam kemasan botol yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat umum. Karena Teh Botol minuman untuk semua orang.
Dalam era globalisasi ini, pembangunan ekonomi Indonesia sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi Negara lain. Kerjasama Negara – Negara baik bilateral maupun multilateral semakin marak dan terus berkembang dari segala bidang. PT. Sinar Sosro adalah perusahaan yang mempromosikan minuman ringan dengan ciri khas teh asli. PT. Sinar Sosro mengembangkan produk minuman teh rasa asli yaitu Teh Botol Sosro. Karena produk teh ini merupakan salah satu produk yang menawarkan kualitas produknya dalam menarik minat beli konsumen, karena sebagai minuman teh tanpa bahan pengawet.
Dasar atau Filosofi PT. Sinar Sosro adalah Niat Baik yang di jabarkan dalam 3K dan RL yakni :
  • Peduli terhadap KUALITAS
  • Peduli terhadap KEAMANAN
  • Peduli terhadap KESEHATAN
  • Serta RAMAH LINGKUNGAN
Mayoritas Indonesia memiliki dataran tinggi cocok ditanami teh & itu semua sebagai  peluang bisnis industri minuman yang dikembangkan oleh anak negeri hingga saat ini maju dan pesat.  PT.SINAR SOSRO merupakan perusahaan pertama Indonesia dan di dunia yang berani mengolah dan menjual  teh dalam kemasan untuk dijual kepada masyarakat. Dengan Iklan “Apapun Makananya Minumnya Teh Botol Sosro”, telah merebut hati masyarakat. Produk – produk SOSRO berhasil menjangkau konsumen diseluruh pelosok propinsi di Indonesia.
 
Kelebihan :
Bahan baku Teh SOSRO dipilih hanya dari pucuk daun Teh terpilih dan terbaik, yang dipetik dari perkebunan milik sendiri. Untuk Produk Teh Botol SOSRO misalnya, bahan baku yang digunakan adalah daun Teh Hijau terbaik kualitas Peko yang dicampur dengan bunga melati ( atau lebih dikenal dengan Jasmine Tea ), dan campuran gula pasir terbaik yang memilik standar warna, rasa dan ukuran yang dikontrol ketat. Adapun pengolahannya, dengan menggunakan mesin paling modern dari Jerman yang dilakukan untuk menghasilkan produk terbaik dengan standar kualitas terjaga.

Teh Botol Sosro di buat dari beberapa proses

Proses produksi pembuatan The Botol Sosro adalah,
1. Memilih bahan:
Bahan terdiri dari teh hijau, gula pasir, dan air yang didapat dari kedalaman 150 meter dan di proses hingga menjadi air berkualitas. 

2. Membuat teh cair pahit: 
Teh hijau di campur dengan bunga melati. Air disaring dan di panaskan hingga mendidih. Lalu Teh diseduh dengan air.

3. Membuat teh cair manis:
Setelah itu gula di larutkan sehingga membentuk sirup gula dan di campur ke tangki pencampuran bersama teh cair pahit sehingga membentuk teh cair manis. Setelah itu teh cair manis di sterilkan dan di panaskan hingga suhu 90 derajat.

4. Pemisahan botol & kotak kosong:
Botol dipisahkan dari kotak kosong dengan palletizer. Setelah itu botol di masukan ke mesin pencucian botol dan kotak kosong di masukan ke dalam mesin pencuci kotak kosong. Di dalam mesin itu botol di rendam dengan suhu 50 derajat. Setelah itu dicuci dengan suhu 80 - 90 derajat, lalu, 95 - 100 derajat dan akhirnya di masukan ke salam mesin botol inspection. Setelah itu botol dibilas sampai bersih.

5. Mengisi botol dan penyegelan:
Setelah itu teh di masukan ke dalam mesin Filler and Crowner untuk siap dimasukan ke dalam botol secara langsung dan ditutup sehingga udara luar tidak masuk

6. Pergi melalui jet printer video (tanggal kadaluarsa):
Di mesin printer video jet, botol tersebut dicetak dengan kode produksi dan juga tanggal kadaluarsa.

7. Menempatkan dalam kotak:
Botol tersebut dimasukan lagi ke dalam kotak kosong dengan mesukn palletizer dan dibiarkan selama 3 hari sebelum dijual.

8. Uji kontrol: 
Sebelum dijual, produk tersebut harus dijual secara fisik, kimia, microbiologi, dan organoleptik. Secara fisik dilihat dari kemasan. Secara kimia dilihat dari kadar gula dan Ph. Secara microbiologi meneliti tentang perkembangan micro-organisme. Organoleptik mengecek warna dan kejernihan produk. Jika produk tidak memenuhi syarat - syarat tertentu maka produk tersebut akan dibuang dan diolah kembali.

9. Penjualan:
Setelah lulus uji kontrol produk dijual dan didistribusikan ke toko - toko.


Perusahaan menangani limbah agar tidak merusak lingkungan dengan cara mensterilisasi limbah sampai menjadi air bersih untuk ikan, dan ampas teh dijadikan pupuk lalu dibagikan kepada penduduk Mojokerto.

SOSRO selalu menjaga kualitas produknya dan selalu menjaga ketersediaan produknya dipasaran, Bahan bakunya pun dari teh yang berkualitas pilihan, karena sosro memiliki perkebunan teh sendiri. Semenjak diluncurkan pada tahun 1970, produk teh botol sosro baik rasa, kemasan logo maupun penampilan tidak mengalami perubahan sama sekali. Bahkan ketika perusahaan multinational Pepsi dan Coca cola masuk melalui produk teh Tekita dan Frestea, Sosro tetap tak bergeming. Alih-alih merubah produknya, dengan cerdas sosro justru melakukan counter branding dengan mengeluarkan produk S-tee dengan volume yang lebih besar. Strategi ini ternyata lebih tepat, kedua perusahaan multinasional itu pun tak berhasil berbuat banyak untuk merebut hati konsumen Indonesia.




Referensi :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar